Pascasarjana UNU Sunan Giri Gelar Webinar Inovasi Belajar Daring Tanpa Garing

 Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal, di antaranya sistem pembelajaran semua jenjang pendidikan. Melihat hal ini, Pascasarjana UNU Sunan Giri Bojonegoro bekerjasama dengan Pascasarjana Insuri Ponorogo menggelar webinar bertajuk “Smart Inovation, Inovasi Dalam Pembelajaran Daring Tanpa Garing”. Webinar ini turut dihadiri oleh 120 mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia.

Direktur Pascasarjana, Dr. Hj. Sri Minarti,M.Pd.I., menuturkan diharapkan pada masa pandemi ini dan di era globalisasi ini model pembelajaran tidak terlepas dari perpaduan daring dan luring (bleanded learning). “Pembelajaran Daring ini akan memberikan dampak ke arah hal positif, karena pada dasarnya pembelajaran Daring ini seperti hujan di musim kemarau,” tutur Bu Min sapaan akrabnya.

Menurutnya, lembaga  tidak akan pernah sukses berdiri sendiri. “Saya menolak teori yang berbunyi, “Keberhasilan itu datang sendirian” hal itu tidak akan pernah bisa, karena keberhasilan itu harus dibangun dengan kerja sama serta integritas yang baik antar semuanya,” tambah Bu Min.

Harapan-harapan terus dilangitkan dalam webinar kali ini seperti halnya dalam sambutan Direktur Pascasarjana INSURI Ponorogo, Dr. Jauhan Budiawan,M.Ag., “Pendidikan harus terus dilanjutkan, banyak kesempatan untuk menempuh pendidikan pascasarjana,” tuturnya.

Webinar nasional ini turut mengundang tiga pemateri hebat dengan dimoderatori oleh Dr. Hamam Burhanuddin, M.Pd.I Selaku Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UNU Sunan Giri Bojonegoro

Pemateri pertama, Dr. Ahmad Syafi’i SJ,M.Pd.I., dengan materi “Menyampaikan Inovasi Pembelajaran Melalui Perspektif Hukum Islam Muqashid Syariah”.

Pemateri kedua, Dr. Rizal Perdana,M.Pd., membahas Mengenai “Inovasi Pembelajaran Masa Pandemi”. Pemateri ketiga yang sudah tidak asing bagi mahasiswa UNU Sunan Giri, M. Jauharul Ma’arif,M.Pd.I., mengenai “Mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan”.

Pemateri pertama Dr. Ahmad Syafi’i SJ, M.Pd.I., memaparkan bahwa pembaharuan Islam dalam bentuk apapun harus dimulai dari pendidikan. “Any Islamic Reform now must begin with education,” ujarnya.

Dilanjutkan pemaparan dari pemateri kedua, Dr. Rizal Perdana,M.Pd. yang lebih menitikberatkan tentang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. “Semua pekerjaan di tengah pandemi covid ini akan digantikan oleh kecanggihan teknologi, kecuali guru. Karena sesuatu yang tidak bisa disampaikan oleh mesin adalah kedekatan emosional yang hanya bisa diberikan guru kepada peserta didik,” tandasnya.

Ditutup pemaparan dari Bapak M. Jauharul Ma’arif,M.Pd. tentang konsep pembelajaran menyenangkan (fun learning) yang dinilai dapat menyesatkan karena dapat mengikis keseriusan dan kesungguhan dalam belajar,”.

“Pembelajaran menyenangkan dapat menjungkirbalikkan kerja keras pada kelakar,” tandas Gus Arif.

Webinar ini serasa lengkap dalam pengupasan tuntas mengenai inovasi pembelajaran di tengah masa pandemi dilihat dari berbagai sisi. Mulai dari segi hukum Islam, pandangan sosial, serta dari segi pelaku pendidikan. Dengan adanya seminar ini, diharapkan mampu mengambil sisi positif dari pandemi Covid-19 salah satunya yaitu mampu beradaptasi dengan kecanggihan teknologi yang dapat berguna dalam proses belajar mengajar. [lis]

http://blokbojonegoro.com/2021/09/29/pascasarjana-unu-sunan-giri-gelar-webinar-inovasi-belajar-daring-tanpa-garing/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *